Powered by Blogger.

Sponsor Kami

There was an error in this gadget

Featured Video

Berbagi Indah Pada Waktunya Dengan Dunia ILMU

Total de visualizações

Followers

Saturday, 9 June 2012

Fisiologi penyembuhan luka

ALT/TEXT GAMBAR
1)    Fisiologi penyembuhan luka
   Fase-fase respons jaringan terhadap luka adalah :
a)    Fase Inflamasi
Respon vascular dan selular terjadi ketika jaringan terpotong atau mengalami cedera. Vasokontriksi pembuluh darah terjadi dan  bekuan fibrinoplatelet terbentuk dalam upaya untuk mengontrol pendarahan.Reaksi ini berlangsung dari 5 sampai 10 menit dan diikuti oleh vasodilatasi venula. Mikrosirkulasi kehilangan kemampuan vasokontriksinya karena norepinefrin dirusak oleh enzim intraseluler juga histamine dilepaskan yang meningkatkan permeabilitas kapiler.
Ketika mikrosirkulasi mengalami kerusakan, elemen darah seperti antibody, plasma protein, elektrolit, komplemen, dan air menembus spasium vascular selama 2-3 hari yang menyebabkan edema, teraba hangat, kemerahan, dan nyeri.
Netrofil adalah leukosit pertama yang bergerak kedalam jaringan yang rusak. Monosit yang berubah menjadi makrofag menelan debris dan memindahkan area tersebut. Antigen-antibody juga timbul. Sel-sel basal pada pinggir luka mengalami mitosis dan menghasilkan sel-sel anak yang bermigrasi.
Dengan aktifitas ini, enzim proteolitik disekresikan dan menghancurkan bagian dasar bekuan darah. Celah antara kedua sisi luka secara progresif terisi dan sisinya pada akhirnya saling bertemu dalam 24 jam sampai 48 jam.
b)    Fase Proliferasi
Fibroblas memperbanyak diri dan membentuk jaring-jaring untuk sel-sel yang bermigrasi. Sel-sel epitel membentuk kuncup pada pinggir luka. Kuncup ini berkembang menjadi kapiler yang merupakan sumber nutrisi bagi jaringan granulasi yang baru.
Kolagen adalah komponen utama dari jaringan ikat yang digantikan. Fibroblas melakukan sintesis kolagen dan mukopolisakarida. Dalam periode 2 sampai 4 minggu, rantai asam amino membentuk serat-serat dengan panjang dan diameter yang meningkat, serat-serat ini menjadi kumpulan bundel dengan pola yang tersusun baik. Sintesis kolagen menyebabkan kapiler menurun jumlahnya. Setelah itu, sintesis kolagen menurun dalam upaya untuk menyeimbangkan jumlah kolagen yang rusak.
Setelah 2 minggu, luka hanya memiliki 3% sampai 5% dari kekuatan kulit aslinya. Sampai akhir bulan, hanya 35% sampai 59% kekuatan luka tercapai. Tidak akan lebih dari 70% sampai 80% kekuatan dicapai kembali.
c)    Fase Maturasi
Sekitar 3  minggu setelah cedera, fibroblast mulai meninggalkan luka. Jaringan parut tampak besar, sampai fibrin kolagen menyusun kedalam posisi yang lebih padat.Maturasi jaringan seperti ini terus berlanjut dan mencapai kekuatan maksimum 10 atau 12 minggu tetapi tidak pernah mencapai kekuatan asalnya dari jaringan sebelum luka.
2)    Menurut Potter & Perry (2006:1860), factor-faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan luka yaitu :
a)    Usia
b)    Status nutrisi, Banyak vitamin terutama vitamin C membantu       dalam metabolisme yang terlibat dalam penyembuhan luka.
c)    Status imunologi
d)    Penyakit metabolic;diabetes
e)    Pemakaian obat-obat steroid yang dapat menekan respon inflamasi dan meningkatkan resiko inflamasi
f)    Kebersihan
g)    Istirahat dan posisi

0 comments

Post a Comment

ALT/TEXT GAMBAR
ALT/TEXT GAMBAR