Powered by Blogger.

Sponsor Kami

There was an error in this gadget

Featured Video

Berbagi Indah Pada Waktunya Dengan Dunia ILMU

Total de visualizações

Followers

Friday, 13 July 2012

UPAYA KESEHATAN

ALT/TEXT GAMBAR
 

1.    Pelayanan Kesehatan Dasar
a.    Pemanfaatan Sarana Pelayanan Kesehatan Dasar (Puskesmas)
Puskesmas merupakan sarana pelayanan kesehatan dasar yang menyelenggarakan kegiatan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Pelayanan Kesehatan Ibu & Anak (KIA) termasuk Keluarga Berencana (KB), Perbaikan Gizi, Pembrantasan Penyakit Menular, dan Pengobatan..
b.    Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
1)   Kunjungan Antenatal (K4)
Cakupan pelayanan antenatal dapat dipantau melelui pelayanan kunjungan baru ibu hamil (K1) untuk melihat akses dan pelayanan kesehatan ibu hamil sesuai standar paling sedikit empat kali (K4) dengan distribusi sekali pada triwulan pertama, sekali pada triwulan dua, dan dua  kali pada triwulan ketiga. Pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan pada ibu hamil yang berkunjungan ke tempat pelayanan kesehatan atau Antenatal Care (ANC) meliputi Penimbangan Berat Badan, Pemeriksaaan kehamilannya, Pemberian Tablet Besi, Pemberian Imunisasi TT dan Konsultasi.
2)  Pertolongan persalinanoleh bidan atau tenaga kesehatan yang memiliki   kompetensi kebidanan
Tenaga yang  memberikan pertolongan persalinan dapat dibedakan  menjadi dua, yaitu profesional (dokter spesialais kebidanan, dokter umum, bidan, pembantu bidan, dan perawat bidan) dan dukun bayi terlatih dan tidak terlatih.
3)   Kunjungan Neonatus (0-28)
4)   Kunjungan Bayi (1-12 bulan)
Kunjungan bayi yang dimaksudkan adalah bayi yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan, paling sedikit 4 kali.
5)   Cakupan Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) yang ditangani
Yang dimaksud dengan bayi berat badan lahir rendah adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram. Bayi yang lahir dengan berat badan rendah perlu penanganan yang serius, karena pada kondisi tersebut bayi mudah sekali mengalami hipotermi yang biasanya akan menjadi penyebab kematian.
6)   Ibu Hamil Resiko Tinggi
Ibu hamil dengan resiko tinggi harus memeriksakan kehamilannya secara teratur agar tidak terjadi komplikasi selanjutnya
7)   Neonatal Resiko Tinggi
Yang dimaksud dengan resiko tinggi / komplikasi pada neonatal adalah keadaan neonatal yang mengancam kehidupannya, misalnya Asfeksia, BBLR, Tetanus, Infeksi dll. 
8) Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Balita & Pra Sekolah  (1-6 tahun)
Deteksi dini tumbuh kembang anak balita dan pra sekolah yang dimaksudkan adalah anak umur 1-6 tahun yang dideteksi dini tumbuh kembang sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan.
9)    Pelayanan Imunisasi
Untuk menurunkan angka kesakitan, kematian, dan kecacatan bayi serta anak balita perlu dilaksanakan program imunisasi baik program rutin maupun program tambahan/suplemen untuk Penyakit-penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) seperti penyakit TBC, Difteri, Pertusis, Polio, Hepatitis B, dan Campak. Idealnya bayi harus mendapat imunisasi dasarlengkap yang terdiri dari BCG 1 kali, DPT 3 kali, Polio 4 kali, HB 3 kali, dan Campak 1 kali. Untuk menilai kelengkapan status imunisasi dasar lengkap bagi bayi dapat dilihat dari cakupan imunisasi campak, karena imunisasi campak merupakan imunisasi yang terakhir yang diberikan pada bayi dengan harapan imunisasi sebelumnya sudah diberikan dengan lengkap.
Selain imunisasi rutin, program imunisasi juga melaksanakan program imunisasi tambahan seperti Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) DT, BIAS Campak yang diberikan pada semua anak usia kelas 1 Sekolah Dasar dan sederajat, sedangkan BIAS TT diberikan pada semua anak usia kelas II dan III Sekolah Dasar dan sederajat, Pekan Imunisasi Nasional (PIN), Mopping up dan Outbreaks Respon Immunization (OR) bila terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).
c.   Pelayanan Kesehatan Pra Usia Lanjut dan Usia Lanjut
Pelayanan kesehatan pra usia lanjut dan usia lanjut adalah penduduk usia 45 tahun ke atas yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan, baik di Puskesmas maupun di Posyandu /  Kelompok Usia Lanjut.
d.   Program Keluarga Berencana
1)   Peserta KB Baru
Dapat diketahui bahwa bagian besar peserta KB mempergunakan alat/obat kontrasepsi hormonal (Suntikan, Pil, dan Implant) sehingga membutuhkan pembinaan secara rutin dan berkelanjutan untuk menjaga kelangsungan pemakaian kontrasepsi dan menekan angka Drop Out (DO) peserta KB.
2)    Peserta KB Aktif
Dapat diketahui bahwa bagian besar tersebar Peserta KB Aktif mempergunakan kontrasepsi hormonal (Suntikan, Pil dan Implant ) sehingga  membutuhkan pembinaan secara rutin dan berkelanjutan dalam rangka menjaga kelangsungan pemakaian kontasepsi dan menekan tingkat Drop Out Peserta KB.
Sedangkan partisipasi pria (bapak) untuk menjadi peserta KB Aktif dirasakan masih sangat kecil, hal tersebut karena terbatasnya pilihan kontrasepsi yang disediakan bagi pria yaitu dengan mengikuti MOP atau memepergunakan kondom, dan pada sebagian pria (bapak) yang masih mempunyai anggapan bahwa be KB merupakan urusan isteri, sehingga isteri menjadi sasaran utama pelayanan KB.
e.   Kesehatan Kerja dan Kesehatan Institusi
1)   Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD/MI
Cakupan pemeriksaan kesehatan siswa SD/MI oleh Tenaga Kesehatan / Guru UKS, karena kegiatan ini setiap tahun dilaksanakan rutin  dan merupakan kegiatan pokok yang terkoordinir dalam program Usaha Kesehatan Sekolah ( UKS)
2)  Pemerikasaan Kesehatan Siswa TK,SLTP,SLTA
Cakupan pemeriksaan kesehatan siswa TK, SLTP, SLTA OLEH Tenaga Kesehatan Guru UKS/Kader Kesehatan Sekolah hamper mencapai target .Kegiatan ini setiap tahun dilaksanakan rutin  dan merupakan kegiatan pokok yang terkoordinir dalam program Usaha Kesehatan Sekolah ( UKS).
3)    Pemeriksaan Kesehatan Remaja
Pemeriksaan kesehatan remaja adalah pemeriksaan kesehatan siswa kelas 1 SLTP dan setingkat, kelas 1 SMU dan setingkat melalui penjaringan kesehatan terhadap murid kelas 1 SLTP dan Madrasah Tsanawiyah, kelas 1 SMU/SMK dan Madrasah Aliyah yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama dengan Guru UKS terlatih dan kader kesehatan remaja secara berjenjang.
4)    Pelayanan Kesehatan Pekerja
Derajat kesehatan pekerja salah satunya ditentukan oleh pelayanan kesehatan kerja, baik sektor formal maupun informal. Untuk sektor formal seperti indusri besar / pabrik atau perusahaan pada umumnya telah mendapatkan pembinaan dan pelayanan kesehatan dan klinik perusahaan. Untuk kelompok masyarakat pekerja sektor informal yang merupakan sebagian tersebar atau lebih dari jumlah angkatan kerja, masih belum mendapatkan pelayanan kesehatan kerja yang memadai. Selama ini mereka hanya memperoleh pelayanan kesehatan secara umum, namun belum dikaitkan dengan pekerjaannya.
5)      Penyuluhan NAPZA
Kegiatan penyuluhan, pencegahan, penanggulangan, dan penyalahgunaan NAPZA sasarannya tidak hanya pada sekolah dan madrasah saja melainkan juga ke masyarakat umum.
2.  Pelayanan Kesehatan Rujukan
a. Cakupan Rawat Jalan
b.  Cakupan Rawat Inap
3.    Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut .
Permasalahan yang dihadapi dalam pelayanan kesehatan gigi dan mulut antara lain pembinaan pelayanan kersehatan gigi yang kurang optimal serta masyarakat merasa kesehatan gigi dan mulut bukan menjadi alasan penting untuk datang berobat. Untuk itu perlu dilakukan peningkatan pembinaan  program kesehatan gigi serta meningkatkan sistem monitoring dan evaluasi maupun pencatatan pelaporan program kesehstan gigi dan mulut.

0 comments

Post a Comment

ALT/TEXT GAMBAR
ALT/TEXT GAMBAR