Powered by Blogger.

Sponsor Kami

There was an error in this gadget

Featured Video

Berbagi Indah Pada Waktunya Dengan Dunia ILMU

Total de visualizaƧƵes

Followers

Wednesday, 18 July 2012

Konsep Penyakit Malformasi Anorektal ( MAR )

ALT/TEXT GAMBAR
Malformasi anorektal (anus imperforata) adalah malformasi kongenital dimana rectum tidak mempunyai lubang keluar. Anus tidak ada, abnormal atau ektopik. Kelainan anorektal umum pada laki-laki dan perempuan memperlihatkan hubungan kelainan anorektal rendah dan tinggi diantara usus, muskulus levator ani, kulit, uretra dan vagina(Donna L. Wong, 520 : 2003).
Imperforata anus adalah tidak komplitnya perkembangan embrionik pada distal usus (anus) atau tertutupnya anus secara abnormal. (Suryadi 2006 )
Malformasi anorektal adalah tidak terjadinya perforasi membran yang memisahkan bagian entoderm mengakibatkan pembentukan lubang anus yang tidak semputna. Anus tampat tidak rata atau sedikit cekung ke dalam atau kadang terbentuk anus namun tidak berhubungan langsung dengan rectum (purwanto,2001 ).
Pada malformasi anorektal Anus tampat tidak rata atau sedikit cekung ke dalam atau kadang terbentuk anus namun tidak berhubungan langsung dengan rectum (purwanto,2001 RSCM).


Kesimpulan dari penulis tentang pengertian di atas adalah malformasi anorektal merupakan penyakit dimana rektum tidak mempunyai lubang keluar atau tertutupnya anus secara abnorma
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Malformasi Anorektal adalah suatu kelainan kongenital dimana rekrum tidak mempunyai lubang anus sehingga dapat menyebabkan kesulitan dalam BAB yang dapat menyebabkan konstipasi, ketidaknyamanan, dan  Ketika rectum tidak berhubungan dengan anus tetapi terdapat fistula, feses akan keluar melalui fistula tersebut sebagai pengganti anus sehingga akan menyebabkan infeksi.
1.      Etiologi
(Mansjoer, 2000).
a.       Secara pasti belum diketahui
b.      Merupakan anomali gastro intestinal genitourinari
c.       Malformasi Anus
Gangguan pertumbuhan dan fusi serta pembentukan anus dari tonjolan embrionik.
d.      Malformasi Rektum
Gangguan pemisahan kloaka menjadi rektum dan sinus urogenital serta gangguanperkembangan septum anorektal yang memisahkannya (terjadi fistel).
2.    Anatomi Fisiologi Sistem Pencernaan
                                    Saluran pencernaan terdiri dari mulut, eshopaghus, lambung, usus halus, usus besar dan anus. Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang letak diluar saluran pencernaan, yaitu pancreas, hati dan kandung empedu.(sylvia A.prince & lorraine M. Wilson, 2005)
a.    Mulut
              Mulut merupakan jalan masuk untuk sistem pencernaan. Bagian dalam dari mulut dilapisi oleh selaput lendir. Pengecapan diarasakan oleh organ perasa yang terdapat di permukaan lidah. Pengecapan terdiri dari manis, asam, asin, dan pahit. Makanan dipotong - potong oleh gigi depan (incisivus) dan dikunyah oleh gigi belakang (molar, geraham, menjadi bagian-bagian kecil dari makan tersebut dengan enzim - enzim pencernaan dan mulai mencernanya, ludah juga mengandung antibodi dan enzim, yang memecah protein dan menyerang bakteri secara langsung, Proses menelan dimulai secara sadar dan berlanjut secara otomatis.

b.    Esopaghus
Esophagus adalah organ pencernaan yang menghubungkan rongga mulut dengan lambung, yang letaknya dibelakang trakhea yang berukuran panjang  20-25 cm dan lebar 2 cm.
c.    Lambung
Lambung merupakan organ otot berongga.Makanan masuk kedalam lambung dari kerongkongan melalui otot bebentuk cincin (sfingter), yang bisa membukadan menutup. Dalam keadaan normal, sfingter mengahalangi masuknya kembali isi lambung ke dalam kerongkongan. Lapisan-lapisan lambung antara lain :
1) Selubung serosa yang terletak di luar, dibentuk oleh pritonium
2) Lapisan otot polos longitudinal dan otot polos sirkuler
3) Lapisan sub mukosa
4) Lapisan mukosa
Lambung berfungsi sebagai gudang makan, yang berkontraksi secara ritmik untuk mencampur makan dengan enzim-enzim. Sel-sel yang melapisilambung menghasilkan 3 zat penting :
1) Lendir
2) Asam klorida
3) Prekursor pepsin (enzim yang memecahkan protein)

d.      Usus Halus
              Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari (duodenum), yang merupakan bagian pertama usus halus. Makanan masuk ke dalam duodenum malalui sfingter pylorus dalam jumlah yang bisa dicerna oleh usus halus. Jika penuh, duodenum akan mengirimkan sinyal kepada lambung untuk berhenti mengalirkan makan. Dinding usus kaya akan pembuluh darah yang mengangkut zat-zat yang diserap ke hati melalui vena porta. Dinding usus melepaskan lendir (yang melumasi  usus) dan air (yang membantumelarutkan pecahan-pecahan makan yang dicerna). Dinding usus juga melepaskan sejumlah kecil enzim yang mencerna protein, gula dan lemak.

e.    Pankreas
              Pankreas merupakan suatu organ yang terdiri dari 2 jaringan dasar yang berfungsi :
1) Menghasilkan enzim-enzim pencernaan
2) Menghasilkan hormon
              Pankreas melapaskan enzim pencernaan kedalam duodenum dan melapaskanhormon kedalam darah. Enzim yang dilepaskan oleh pankreas akan mencerna protein, karbohidrat dan lemak. Enzim proteolitik memecah protein kedalam bentuk yang dapat digunakan oleh tubuh dan dilepaskan dalam bentuk inaktif. Enzim ini hanya akan aktif jika telah mencapai saluran pencernaan. Pankreas juga melepaskan sejumlah besar sodium bikarbonat, yang berfungsi melindingi duodenum dengan cara menetralkan asam lambung.

f.     Hati
Hati merupakan sebuah  organ yang besar dan memiliki berbag