ALT/TEXT GAMBAR
Powered by Blogger.

Sponsor Kami

Featured Video

Berbagi Indah Pada Waktunya Dengan Dunia ILMU

Total de visualizações

Followers

Konsep Dasar Penyakit Ensefalitis

Ensefalitis menurut Mansjoer dkk,(2000) adalah radang jaringan otak yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, protozoa. Sedangakan meurut Soedarmo dkk,(2008) Ensefalitis adalah suatu penyakit yang menyerang susunan syaraf pusat di medula spinalis dan meningen yang di sebabkan oleh japanese ensefalitis virus yang ditularkan oleh nyamuk.

Driver Windows 7 32 Bit Untuk Lenovo Idea Pad S100

Prosesor - Intel® Atom™ N570 1.66GHz Chipset - Intel NM10 Express Memory - 2GB DDR3 1333MHz Display - 10.1" 1024x600 piksel WSVGA LED Graphics - Intel Graphics Media Accelerator Shared 256Mb Storage - 320GB SATA 5400rpm Card Reader - 6 in1 multi card reader Kamera - Built-in web camera Wireless - Terintegrasi 802.11 b/g/n Bluetooth - Ada

Atresia Esofagus

Atresia berarti buntu, atresia esofagus adalah suatu keadaan tidak adanya lubang atau muara (buntu), pada esofagus (+). Pada sebagian besar kasus atresia esofagus ujung esofagus buntu, sedangkan pada ¼ -1/3 kasus lainnya esophagus bagian bawah berhubungan dengan trakea setinggi karina (disebut sebagai atresia esophagus dengan fistula).

Normalisasi

Normalisasi merupakan peralatan yang digunakan untuk proses pengelompokan data menjadi table-tabel yang melakukan entitas dan relasinya. Normalisasi adalah transformasi tinjauan pemakai yang komlpeks dan data tersimpan kesekumpulan bagian-bagian sruktur data yang kecil dan stabil

Contoh Surat Keterangan mengajukan Pindah Kuliah

Berkas tersebut diperlukan sebagai syarat untuk melanjutkan pendidikan kembali di Universitas Muhammadiyah Tangerang.

Monday, 25 June 2012

TOKOH PENELITI KEPERAWATAN

ALT/TEXT GAMBAR

ÒFlorence Nightingale dalam bukunya Note on Nursing (1859/1969) menekankan pentingnya observasi para perawat dalam menentukan perawatan terbaik bagi pasien
ÒGoldmark (1923 dan Brown (1948) peletakan dasar-dasar keperawatan bagi pengembangan keperawatan. Hasil penelitiannya menyebutkan pentingnya persiapan pendidikan para perawat yang tepat bagi layanan kesehatan
ÒTahun 1950-an. Titik tekan risetnya berpusat pada pasien
ÒTahun 1970-kini: keperawatan merupakan seni dan ilmu

Normalisasi

ALT/TEXT GAMBAR

Normalisasi merupakan peralatan yang digunakan untuk proses pengelompokan data menjadi table-tabel yang melakukan  entitas dan relasinya. Normalisasi adalah transformasi tinjauan pemakai yang komlpeks dan data tersimpan kesekumpulan bagian-bagian sruktur data yang kecil dan stabil.  Di samping menjadi lebih sederhana dan lebih stabil, struktur data yang dinormalisasikan lebih mudah diatur daripada struktur data lainnya. Tujuan utama dari proses normalisalasi adalah menyederhanakan semua kekompleksan item data yang sering ditemukan dalam tinjauan pemakai. Tahapan normalisasi yakni:

1.   Tahap pertama
Tahap pertama drip roses meliputi menghilangkan semua kelompok terulang dan mengidentifikasi kunci utama. Utama mengerjakannya, hubungan perlu dipecah ke dalam dua atau lebih hubungan, pada titik ini, hubungan mungkin sudah menjadi bentuk normalisasi kettiga, bahkan lebih banyak tahap akan diperlukan untuk mentranformasi hubungan ke bentuk normalisasi ketiga.
2.         Tahap kedua
Tahap kedua menjamin bahwa semua atribut bukan kunci sepenuhnya tergantung pada kunci utama. Semua ketergantungan parsial di ubah dan diletakkan dalam hubungan lain.
3.         Tahap ketiga
Tahap ketiga mengubah ketergantungan transitif manapun. Suatu ketergantungan transitif adalah sesuatu dimana atribut bukan kunci tergantung pada atribut bukan kunci lainnya.















Basis Data ( Data base )

ALT/TEXT GAMBAR
Menurut Jogiyanto Hartono,MBA,Ph.D ( Pengenalan komputer, tahun 1999,hal.711)”Menyatakan basis data ( database ) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras computer dan di gunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
Dalam basis data dikenal suatun istilah konsep basis data. Dalam bidang realitas adalah entitas dan atribut-atribut, dalam bidang sebenarnyas adalah munculnya record dan item data kejadian, dan dalam bidang metadata adalah definisi record dan definisi item data.         
1.   Entitas
Objek atau kejadian apapun mengenai seseorang yang memilih untuk mengumpulkan data adalah sebuah entitas.Entitas dapat berupa orang, tempat, atau sesuatu.
2.   Hubungan
a.       Hubungan diasosisasikan antara entitas terdiri dari jenis :
b.      Hubungan satu-ke-satu ( ditandakan 1:1 )
c.       Hubungan satu-ke-banyak (1:B )
d.      Hubungan banyak-ke-banyak ( BB )
2     Atribut
Atribut merupakan beberapa karakteristik dari satu entitas. Terdapat beberapa atribut untuk masing-masing entitas.
Sebuah record adalah kumpulan item data yang memiliki sesuatu secara  umum dengan entitas yang di dekripsikan.
5.Meta Data
Meta data adalah data yang mengenai data dalam file atau basis data. Meta data mendeskripsikan nama yang di berikan dan panjang yang di tentukan dari setiap item data. Metadata juga mendeskripsikan panjang dan komposisi setiap record


Wednesday, 20 June 2012

Pencegahan Pre Eklamsia

ALT/TEXT GAMBAR

Pemeriksaan antenatal yang teratur dan teliti dapat menemukan tanda – tanda dini pre eklamsia, dan dalam hal itu harus di lakukan penanganan semestinya. Walaupun timbulnya pre eklamsia tidak dapat di cegah sepenuhnya, namun frekuensinya dapat di kurangi dengan pemberian penerangan secukupnya dan pelaksanaan pengawasan yang baik pada wanita hamil.
Penerangan tentang manfaat istirahat dan diet berguna dalam pencegahan. Istirahat tidak selalu berarti berbaring di tempat tidur, namun pekerjaan sehari – hari perlu di kurangi dan di anjurkan lebih banyak berbaring dan duduk. Diet tinggi protein dan rendah lemak, karbohidrat, garam dan penambahan berat badan yang tidak berlebihan perlu di anjurkan (sarwono Prewihardjo, 1999: 290)
Pencegahan preeklamsi secara umum ( Hellen Ferer, 2001: 111) yaitu:
1)       Diet makan
Makanan yang tinggi protein, tinggi karbohidrat cukup vitamin dan rendah lemak. Kurangi garam apabilaberat badan bertambah atau terjadi edema. Makanan berorientasi pada empat sehat lima sempurna. Untuk meningkatkan jumlah protein dengan tambahan satu butir telur setiap hari.
2)      Cukup istirahat
Istirahat yang cukup pada saat hamil semakin tua dalam arti bekerja seperlunya dan di sesuaikan dengan kemampuan. Lebih banyak duduk atau berbaring ke arah punggung janin sehingga aliran darah ke plasenta tidak mengalami gangguan.
3)      Pengawasan antenatal
Bila terjadi perubahan perasaan dan gerak janin dalam rahim segera datang ke tempat pemeriksaan. Keadaan yang memerluka perhatian yaitu:
a)      Uji kemungkinan pre eklamsia
(1)          Pemeriksaan tekanan darah atau kenaikannya
(2)          Pemeriksaan tinggi fundus uterus
(3)          Pemeriksaan berat badan atau edema
(4)          Pemeriksaan protein dalam urine
(5)          Jika mungkin di lakukan pemeriksaan fungsi ginjal, hati, gambaran darah umum, dan pemeriksaan retina mata.
b)      Penilaian kondisi janin dalam rahim dengan:
(1)          Pemantauan tinggi fundus uteri
(2)          Pemeriksaan janin, gerakan janin dalam rahim, denyut jantung janin pemantauan air ketuban
(3)          Usulkan untuk melakukan pemeriksaan ultrasonografi

Konsep Dasar Pre Eklamsia

ALT/TEXT GAMBAR

a.        Definisi Pre Eklamsia
Pre eklamsi merupakan suatu kondisi yang spesifik pada kehamilan, terjadi setelah minggu ke- 20 gestasi, ditandai dengan hipertensi dan proteinuria, edema juga dapat terjadi (Wijayarini, Maria:2001)
Pre eklamsi di sebut juga hipertensi pada kehamilan, merupakan kelainan yang tidak di ketahui etiologinya yang terjadi dalam kehamilan, di manifestasikan dengan hipertensi ( tekanan sistolik 30 mmHg atau tekanan diastolik 15 mmHg di atas nilai dasar). Edema, proteinusia ( pre eklamsia) yang dapat berlanjut pada kejang atau koma(eklamsia) (Marilyn E. Doengus: 2001: 178)
Pre eklamsi ialah penyakit dengan tanda – tanda hipertensi, edema, dan proteinuria yang timbul karena kehamilan, umumnya terjadi dalam triwulan ke- 3 kehamilan, tetapi dapat terjadi sebelumnya ( Sarwono Prawihardjo, 1999: 282)
Preeklamsi merupakan suatu kondisi spesifik kehamilan dimana hipertensi terjadi setelah minggu ke-20 pada wanita yang sebelumnya memiliki tekanan darah normal (Bobak, 2005:62).
Dapat disimpulkan bahwa preeklamsi adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema dan proteinuria setelah usia kehamilan 20 minggu pada wanita yang sebelumnya memiliki tekanan darah normal.
b.        Etiologi Pre Eklamsia
Pre eklamsi sering terjadi pada kehamilan pertama dan pada wanita yang memiliki sejarah pre eklamsi di keluarganya. Resiko lebih tinggi terjadi pada wanita yang memiliki banyak anak, ibu hamil, usia remaja, dan wanita hamil di atas usia 40 tahun. Selain itu, wanita dengan tekanan darah tinggi atau memiliki gangguan ginjal sebelum hamil juga beresiko tinggi mengalami pre eklamsi. Penyebab sesungguhnya masih belum di ketahui (www.kalbe.co.id, diaskes 21 april 2008)
Ada beberapa teori menjelaskan perkiraan etiologi dari kelainan tersebut di atas, sehingga kelaianan ini sering di kenal sebagai the disease of theory (Zweifel, 1916). Adapun teori – teori tersebut antara lain:
Faktor predisposisi:
1)      Primigravida atau multipara, terutama pada umur reproduksi eksterm, yaitu remaja dan umur 35 tahun ke atas.
2)      Multigravida dengan kondisi klinis:
a)          Kehamilan ganda dan hidrops fetalis
b)        Penyakit vaskuler termasuk hipertensi esensial kronik dan diabetes melitus
c)         Penyakit ginjal
3)      Hiperplasentosis
4)      Riwayat keluarga pernah Pre eklamsi dan eklamsi
5)      Obesitas dan hidramion
6)      Gizi yan kurang dan anemi
7)      Kasus – kasus dengan asam urat yang tinggi, defisiensi kalsium, defisiensi asam lemak tidak jenuh kurang anti oksidan.
c.         Tanda dan Gejala Pre Eklamsia
Menurut Williams, 2002 : 399, diagnosis preeklamsi ditegakan berdasarkan adanya dua dari empat gejala, yaitu:
1)      Penambahan berat badan yang berlebihan bila terjadi kenaikan 1 kg seminggu beberapa kali.
2)      Edema, terlihat sebagai peningkatan berat badan, pembengkakan kaki, jari tangan dan muka.
3)      Hipertensi, tekanan darah ≥ 140/90 mmHg atau tekanan sistolik meningkat >30 mmHg atau tekanan diastolic >15 mmHg yang diukur setelah pasien beristirahat selama 30 menit.
4)      Proteiunuria bila terdapat protein sebanyak 0,3 g/l dalam air kencing 24 jam atau pemeriksaan menunjukan+1 atau 2; atau kadar protein ≥1g/l dalam urin yang dikeluarkan dengan kateter, diambil minimal dua kali dengan jarak waktu 6 jam.
Disebut preeklamsi berat bila ditemukan gejala berikut:
a)        Tekanan darah sistolik ≥160 mmHg dan diastolic ≥110 mmHg.
b)        Proteinuria +≥5 gram/24 jam
c)        Sakit kepala hebat atau gangguan penglihatan.
d)       Nyeri epigastrium dan icterus.
e)        Edema paru atau sianosis.
f)         Trombositipenia.
g)        Pertumbuhan janin terlambat.
d.        Klasifikasi Pre Eklamsia
Menurut dr. Ida Ayu Chandranita Manuaba, SpOG, 2010 : 265, pembagian pre eklamsi terdiri dari:
1)      Pre eklamsi ringan
Tanda klinis:
a)      Tekanan darah sistolik naik lebih dari 30 mmHg atau diastolik lebih dari 15 mmHg (dari sebelum hamil) pada kehamilan 20 minggu atau lebih.
b)      Protein urine 0,3 gr/lt/24 jam atau secara kualitatif (++)
c)      Edema pada dingding perut, wajah, tangan, dan edema pretibial
2)      Pre eklamsi berat
Kehamilan 20 minggu atau lebih dengan satu tanda berikut atau lebih:
a)      Tekanan sistolik ≥ 160 mmHg, diastolik ≥110 mmHg, tekanan darah menurun meski ibu sudah di rawat di rumah sakit dan tirah baring
b)      Proteinuri 5 gr atau lebih dalam 24 jam
c)      Oliguri yaitu produksi urine > 400 cc/ 24 jam, dan kreatinin meningkat
d)     Adanya gejala – gejal impending eklamsia: gangguang visus, gangguan serebral, nyeri epigastrium, hiperrefleksia
e)      Edema paru dan cyanosis
f)       Trombositopenia ( trombosit < 100000/mm)
g)      Adanya “The HELP Syndrome” (H: hemolysis ELL: elevated liver enzyms dan P: low platelet count
e.         Patofisiologi Pre Eklamsia
Pada kehamilan dengan pre eklamsia dapat terjadi tekanan intra uterin atau kelainan pada pembuluh darah sehingga aliran darah di uteri plasenta terganggu yang akibatnya terjadi iskemia uteri. Hal ini dapat menimbulkan pengeluaran renin dan terjadi penurunan aliran darah dari uterus mengalir ke seluruh tubuh ibu dalam merangsang angiotensi I dan II yang mempunyai khasiat dalam spasme pembuluh darah dan menimbulkan hipertensi.
Kenaikan berat badan dan edema yng di sebabkan penimbunan cairan yang berlebih dalam ruang instertisial belum diketahui sebabnya. Pada pre eklamsia di jumpai kadar aldosteron yang rendah dan konsentrasi prolaktin yang tinggi dari pada kehamilan normal. Aldosteron penting untuk mempertahankan volume plasma dan mengatur retensi garam dan natrium. Pada pre eklamsia permeabilitas pembuluh darah terhadap protein meningkat.
Perubahan pada organ – organ meliputi:
1)      Otak
Pada pre eklamsia aliran darah dan pemakaian oksigen tetap dalam batas – batas normal. Pada eklamsia, resistensi pembuluh darah meninggi, ini terjadi pula pada pembuluh darah otak. Edema yang terjadi pada otak dapat menimbulkan kelainan serebral dan gangguan visus, bahkan dalam keadaan lanjut dapat terjadi pendarahan.
2)      Plasenta dan Uterus
Aliran darah menurun ke plasenta dan menyebabkan gangguan pada plasenta, sehingga terjadi gangguan pertumbuhan janin dan karena kekurangan oksigen terjadi gawat janin. Pada pre eklamsia sering terjadi peningkatan tonus rahim dan kepekaannya terhadap rangsang, sehingga terjadi partus prematurus.
3)      Ginjal
Filtrasi glomerulus berkurang oleh karena aliran ke ginjal menurun. Hal ini menyebabkan filtrasi natrium melalui glomerulus menurun, sebagai akibatnya terjadilah retensi garam dan air. Filtrasi glomerulus dapat turun sampai 50 % dari normal sehingga pada keadaan lanjut dapat terjadi oliguria dan anuria.
4)      Paru – Paru
Kematian ibu pada pre eklamsia dan eklamsia biasanya di sebabkan oleh edema paru yang menimbulkan dekompensasi kordis. Bisa pula karena terjadinya aspirasi pnemonia atau abses paru.
5)      Mata
Dapat di jumpai dapat terjadinya edema retina dan spasme pembuluh darah. Bila terjadi hal – hal tersebut, maka harus di curigai terjadinya pre eklamsia berat. Pada eklamsia dapat terjadi ablasio retina yang di sebabkan edema intra okuler dan merupakan salah satu indikasi untuk melakukan terminasi kehamilan. Gejal lain yang dapat menunjukan pre eklamsia berat mengarah pada eklamsia< adalah adanya skotoma, diplopia, dan ambliopia. Hal ini di sebabkan oleh adanya perubahan peredaran darah dalam pusat penglihatan di korteks serebri atau di dalam retina.
6)      Keseimbangan Cairan dan Elektrolit
Pada pre eklamsia ringan biasanya tidak di jumpai perubahan metabolisme air , elektrolit, kristaloid, dan protein serum. Jika tidak, terjadi gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Sedangkan pada pre eklamsia berat, kadar gula darah dapt naik untuk sementara, asam lktat, asam organik lainnya naik,sehinnga cadangan alkali akan turun. Keadaan ini biasanya di sebabkan oleh kejang – kejang. Setelah konvulsi selesai zat – zat organik di oksidasi dan di lepaskan, natrium yang kemudian bereaksi dengan karbonik sehingga terbentuk natrium bikarbonat. Dengan demikian cadangan alkali dapat kembali dalam batas normal (M. Rustam, 1998:200)
ALT/TEXT GAMBAR
ALT/TEXT GAMBAR