Powered by Blogger.

Sponsor Kami

There was an error in this gadget

Featured Video

Berbagi Indah Pada Waktunya Dengan Dunia ILMU

Total de visualizações

Followers

Thursday, 4 April 2013

Perubahan Fisiologis dan anatomis puerperium

ALT/TEXT GAMBAR

1.      Uterus
Involusi uterus meliputi pengorganisasian kembali (reorganisasi) dan pengeluaran desidua/endometrium dan eksfoliasibtempat perlengketan plasenta yang ditandai dengan penurunan ukuran dan berat serta perubahan pada lokasi uterus juga ditandai dengan warna dan jumlah lokia. Banyaknya lokia dan kecepatan involusi tidak dipengaruhi oleh pemberian rangkaian preparat ergot (ergorate, methergine), yang hanya mempunyai efek jangka pendek. Akan tetapi, menyusui akan mempercepat proses involusi. Desidua yang tersisa didalam uterus setelah pelepasan dan ekspulsi plasenta dan membrane terdiri dari lapisan zona basalis dan bagian lapisan spongiosa desidua basalis (pada tempat perlekatan plasenta) dan desidua parietalis (melapisi bagian uterus, yang lain uterus). Desidua sisa ini mengalami reorganisasi menjadi dua lapisan sebagai akibat invasi leukosit : lapisan superfisial degeneratif dan nekrotik, yang akan terlepas sebagai bagian dari rabas lokia, dan lapisan dalam yang fungsional serta sehat di dekat miometrium. Lapisan dalam terdiri dari sisa kelenjar endometriu basilar dalam lapisan zona basalis. Endometrium mengalami regenerasi melalui proliferasi epitel kelenjar ini. Regenerasi endometrium lengkap pada pertengahan atau akhir minggu ketiga pasca partum kecuali pada sisi plasenta.
Regenerasi endometrium lengkap pada tempat perlekatan plasenta memakan waktu hamper enam minggu. Epitel tumbuh pada tempat perlekatan tersebut dari samping dan dari sekitar lapisan uterus, dank ke atas dari bawah tempat perlekatan plasenta. Pertumbuhan endometrium ini membuat pembuluh darah yang mengalami pembekuan pada tempat perlekatan tersebut rapuh sehingga meluruh dan dikeluarkan dalam bentuk lokia.
Uterus, segera setelah pelahiran bayi, plasenta, dan selaput janin,beratnya sekitar 1000gr. Berat uterus menurun sekitar  500 gr pada akhir minggu pertama pascapartum dan kembali pada berat yang biasanya pada saat tidak hamil, yaitu 70 gr pada minggu kedelapan pascapartum.
Penurunan yang cepat ini direfleksikan dengan perubahan lokasi uterus, yaitu uterus turun dari abdomen dan kembali menjadi organ panggul. Segera setelah pelahiran, tinggi fundus uteri (tfu) terletak sekitar dua per tiga hingga tiga per empat bagian atas antara simfisis pubis dan umbilicus. Letak Tinggu Fundus Uteri (TFU) kemudian naik, sejajar dengan umbilicus dalam beberapa jam. TFU tetap terletak kira-kira sejajar (atau satu ruas jari di bawah) umbilicus selama satu atau dua hari dan secara bertahap turun ke dalam panggul sehingga tidak dapat dipalpasi lagi diatas simfisis pubis pada setiap individu dan variasi ukuran ruas jari diantara pemeriksa dengan pemeriksa lain sehingga membuat adanya rentang normal dalam penurunan dan lokasi TFU harian, terdapat keseragaman untuk memfasilitasi generalisasi penurunan uterus. Pada saat letak TFU di atas umbilicus, masalah berikut harus dipertimbangkan: darah atau bekuan darah menyebabkan distensi uterus pada jam-jam pertama pascapartum, atau perubahan letak uterus karena distensi kandung kemih kapan pun saat pasca partum (khususnya jika uterus juga mengalami perubahan letak ke kuadran kanan atas). Reduksi ukuran uterus tidak mengurangi banyaknya sel otot. Akan tetapi, ukuran setiap sel otot menurun secara dramatis karena sel membuang kandungan materi sel yang berlebihan.
Ligamentum latum dan ligamentum teres, yang meregang untuk mengakomodasi selama uterus membesar, sekarang longga. Hal ini menjelaskan kemudahan perubahan letak uterus pascapartum terhadap kandung keih. Pada akhir puerperium, panjang dan regangan kedua ligamentum tersebut telah kembali seperti keadaan tidak hamil.

2.      Lokia
Lokia adalah istilah untuk secret dari uterus yang keluar melalui vagina selama puerperium. Karena perubahan warnanya, nama deskriptif lokia berubah: lokia rubra, serosa, atau alba. Lokia rubra berwarna merah karena mengandung darah. Ini adalah lokia pertama yang mulai keluar segera setelah pelahiran dan terus berlanjut selama dua hingga tiga hari pertama pasca partum. Lokia rubra terutama mengandung darah dan jaringan desidua.
Lokia serosa mulai terjadi sebagai bentuk yang lebih pucat dari lokia rubra, serosa, dan merah muda. Lokia ini berhenti sekitar tujuh hingga delapan hari kemudian dengan warna merah muda, kuning atau putih hingga transisi menjadi lokia alba. Lokia serosa terutama mengandung cairan serosa, jaringan desidua, leukosit dan eritrosit.
Lokia alba mempunyai karakteristik bau seperti aliran menstruasi. Bau lokia ini paling kuat pada lokia serosa. Bau tersebut lebih kuat lagi jika tercampur dengan keringat dan harus secara cermat dibedakan dengan bau tidak sedap yang mengindikasikan adanya infeksi.
Variasi dalam durasi aliran lokia sangat umum terjadi. Akan tetapi, warna aliran lokia harian cenderung semakin terang, yaitu berubah dari merah segar menjadi merah tua, kemudian menjadi cokelat, dan merah muda. Aliran lokia yang tiba-tiba kembali berwarna merah segar bukan merupakan temuan normal dan memerlukan evaluasi. Penyebabnya meliputi aktivitas fisik ebrlebihan, bagian plasenta atau selaput janin yang tertinggal, dan atonia uterus.
3.      Vagina dan Perineum
Segera setelah pelahiran, vagina tetap terbuka lebar, mungkin mengalami beberapa derajat edema dan memar, dan celah pada introitus. Setelah satu hingga dua hari pertama pascapartum, tonus otot vagina kembali, celah vagina tidak lebar, dan vagina tidak lagi edema. Sekarang vagina menjadi berdinding lunak, lebih besar dari biasanya, dan umumnya longgar. Ukurannya menurun dengan kembalinya ruggae vagina sekitar minggu ketiga pasca partum. Ruang vagina selalu sedikit lebih besar daripada sebelum kelahiran pertama. Akan tetapi, latihan pengencangan otot perineum akan mengembalikan tonusnya dan memungkinkan wanita secara perlahan mengencangkan vaginanya. Pengencangan ini sempurna pada akhir puerperium dengan latihan setiap hari.
Abrasi dan laserasi vulva dan perineum mudah sembuh termasuk yang memerlukan perbaikan.
4.      Vagina dan perineum

0 comments

Post a Comment

ALT/TEXT GAMBAR
ALT/TEXT GAMBAR