ALT/TEXT GAMBAR
Powered by Blogger.

Sponsor Kami

Featured Video

Berbagi Indah Pada Waktunya Dengan Dunia ILMU

Total de visualizações

Followers

Konsep Dasar Penyakit Ensefalitis

Ensefalitis menurut Mansjoer dkk,(2000) adalah radang jaringan otak yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, protozoa. Sedangakan meurut Soedarmo dkk,(2008) Ensefalitis adalah suatu penyakit yang menyerang susunan syaraf pusat di medula spinalis dan meningen yang di sebabkan oleh japanese ensefalitis virus yang ditularkan oleh nyamuk.

Driver Windows 7 32 Bit Untuk Lenovo Idea Pad S100

Prosesor - Intel® Atom™ N570 1.66GHz Chipset - Intel NM10 Express Memory - 2GB DDR3 1333MHz Display - 10.1" 1024x600 piksel WSVGA LED Graphics - Intel Graphics Media Accelerator Shared 256Mb Storage - 320GB SATA 5400rpm Card Reader - 6 in1 multi card reader Kamera - Built-in web camera Wireless - Terintegrasi 802.11 b/g/n Bluetooth - Ada

Atresia Esofagus

Atresia berarti buntu, atresia esofagus adalah suatu keadaan tidak adanya lubang atau muara (buntu), pada esofagus (+). Pada sebagian besar kasus atresia esofagus ujung esofagus buntu, sedangkan pada ¼ -1/3 kasus lainnya esophagus bagian bawah berhubungan dengan trakea setinggi karina (disebut sebagai atresia esophagus dengan fistula).

Normalisasi

Normalisasi merupakan peralatan yang digunakan untuk proses pengelompokan data menjadi table-tabel yang melakukan entitas dan relasinya. Normalisasi adalah transformasi tinjauan pemakai yang komlpeks dan data tersimpan kesekumpulan bagian-bagian sruktur data yang kecil dan stabil

Contoh Surat Keterangan mengajukan Pindah Kuliah

Berkas tersebut diperlukan sebagai syarat untuk melanjutkan pendidikan kembali di Universitas Muhammadiyah Tangerang.

Tuesday, 10 July 2012

Manajemen Laktasi

ALT/TEXT GAMBAR
Agar laktasi berjalan baik, diperlukan manajemen yang baik dalam laktasi, meliputi perawatan payudara, praktek menyusui yang benar, serta dikenalinya masalah dalam laktasi dan penatalaksanaannya.
*      Perawatan Payudara
            Sejak kehamilan 6-8 minggu terjadi perubahan pada payudara berupa pembesaran payudara, terasa lebih padat, kencang, sakit dan tampak jelas gambaran pembuluh darah di permukaan kulit yang bertambah serta melebar. Kelenjar Montgomery daerah aerola tampak lebih nyata dan menonjol.

Perawatan payudara yang diperlukan :

v  Mengganti BH sejak hamil 2 bulan dengan ukuran yang lebih sesuai dan dapat menopang perkembangan payudara. Biasanya diperlukan BH dengan ukuran 2 nomor lebih besar.
v  Latihan gerakan otot badan yang berfungsi menopang payudara untuk menunjang produksi ASI dan mempertahankan bentuk payudara setelah selesai masa laktasi.Bentuk latihan : duduk sila di lantai. Tangan kanan memegang bagian lengan bawah kiri ( dekat siku ), tangan kiri memegang lengan bawah kanan. Angkat kedua siku sejajar pundak. Tekan pegangan tangan kuat-kuat kearah siku sehingga terasa adanya tarikan pada otot dasar payudara.
v  Menjaga higiene sehari-hari, termasuk payudara, khusus daerah puting dan aerola.
v  Setiap mandi, puting susu dan aerola tidak disabuni untuk menghindari keadaan kering dan kaku akibat hilangnya 'pelumas' yang dihasilkkan kelenjar Motgomery.
v  Lakukan persiapan puting susu agar lentur, kuat, dan tidak ada sumbatan sejak usia kehamilan 7 bulan, setiap hari sebanyak 2 kali.
v  Mengoreksi puting susu yang datar/terbenam agar menyebul keluar dengan bantuan pompa puting pada minggu terakhir kehamilan sehingga siap untuk disusukan kepada bayi.

*      Beberapa hal yang perelu diperhatikan agar ibu hamil sehat dan mampu menyusui bayi :
v  Gizi ibu hamil
v  Istirahat
v  Tidak merokok dan menjauhi asap rokok orang lain
v  Pemakaian obat selama hamil hanya atas petunjuk bidan atau dokter
v  Memperhatikan kebersihan diri dan menggunakan pakaian, yaitu yang longgar, ringan, mudah dipakai dan mudah menyerap keringat
v  Memperhatikan dan memeriksakan diri bila ada keluhan pada daerah gigi mulut karena dapat menjalar keorgan tubuh lain dan mengganggu kehamilan
v  Sebaiknya sejak kehamilan 3 bulan terakhir telah mengenal dan memeilih dokter yang akan mengawasi kesehatan anaknya kelak.

Praktek Menyusui
*      Tahap Proses Laktasi
v  Pembentukan air susu pada kehamilan
v  Periode sesudah bayi lahir saat ASI dibentuk dan dikeluarkan disebut masa laktasi. Lama masa laktasi tergantung motivasi dan kemampuan penerapan manajemen laktasi. Perlu diprhatikan agar setiap bayi dalam 4-6 bulan pertama kehidupan hanya diberi ASI  (termasuk kolostrum ). Bayi dalam kondisi baik dirawat gabung dengan ibunya untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan fisik dan psikis bayi. Selama ASI belum keluar pada 2-3 hari setelah kelahiran, bayi sehat tidak perlu diberi makanan/cairan lain, tetepi hanya perlu menghisap kolostrum. Setelah usia 4-6 bulan, secara bertahap berikan makanan pendamping ASI. ASI dapat terus diberikan sampai usia anak 2 tahun.

Contoh Surat Ijin Penelitian Tindakan Kelas PAI (Agama Islam)

ALT/TEXT GAMBAR

Kepada
Yth. Kepala SDN Bina Bangsa
Di
Bandung



Dalam rangka ingin mengetahui prestasi belajar siswa, kami mohon izin untuk mengadakan Penelitian Tindakan Kelas di kelas 3 SD Bina Bangsa.

Adapun judul penelitian kami adalah “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam tentang Mempraktekkan Shalat Fardhu Melalui  Metode Demonstrasi, pada Siswa Kelas 3 SDN Bina Bangsa Kecamatan Bandung Tengah Kota Bandung”

Atas dikabulkannya permohonan ini, kami mengucapkan terima kasih





 Bandung, 15 Juni 2012

Hormat kami




GINA, S.Pd.I
NIP 20590711 178109 2 007

Empat pilar belajar yang dikemukakan oleh UNESCO

ALT/TEXT GAMBAR
                 Ada empat pilar belajar yang dikemukakan oleh UNESCO, yaitu:

           a         Learning to Know, yaitu suatu proses pembelajaran yang memungkinkan  siswa    menguasai tekhnik men

b        Learning to do adalah pembelajaran untuk mencapai kemampuan untuk melaksanakan Controlling, Monitoring, Maintening, Designing, Organizing. Belajar dengan melakukan sesuatu dalam potensi yang kongkret tidak hanya terbatas pada kemampuan mekanistis, melainkan juga meliputi kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dengan orang lain serta mengelola dan mengatasi konflik.
c         Learning to live together adalah membekali kemampuan untuk hidup bersama dengan orang lain yang berbeda dengan penuh toleransi, saling pengertian dan tanpa prasangka.
d          Learning to be adalah keberhasilan pembelajaran yang untuk mencapai tingkatan ini diperlukan dukungan keberhasilan dari pilar pertama, kedua dan ketiga. Tiga pilar tersebut ditujukan bagi lahirnya siswa yang mampu mencari informasi dan menemukan ilmu pengetahua yang mampu memecahkan masalah, bekerja sama, bertenggang rasa, dan toleransi terhadap perbedaan. Bila ketiganya berhasil dengan memuaskan akan menumbuhkan percaya diri pada siswa sehingga menjadi manusia yang mampu mengenal dirinya, berkepribadian mantap dan mandiri, memiliki kemantapan emosional dan intelektual, yang dapat mengendalikan dirinya dengan konsisten, yang disebut emotional intelegence (kecerdasan emosi).

Pengertian Belajar

ALT/TEXT GAMBAR
 

Belajar merupakan proses perubahan yang terjadi pada diri seseorang melalui penguatan (reinforcement), sehingga terjadi perubahan yang bersifat permanen dan persisten pada dirinya sebagai hasil pengalaman (Learning is a change of behaviour as a result of experience), demikian pendapat John Dewey, salah seorang ahli pendidikan Amerika Serikat dari aliran Behavioural Approach.
Perubahan yang dihasilkan oleh proses belajar bersifat progresif dan akumulatif, mengarah kepada kesempurnaan, misalnya dari tidak mampu menjadi mampu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, baik mencakup aspek pengetahuan (cognitive domain), aspek afektif (afektive domain) maupun aspek psikomotorik (psychomotoric domain). 

Belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.

Contoh Bahan Makalah Gambaran Harga Diri Remaja Obesitas Di Smu Negeri 8 Bandung

ALT/TEXT GAMBAR
LATAR BELAKANG MASALAH
v  Pada saat ini diperkirakan sebanyak lebih dari 100 juta penduduk dunia menderita kegemukan.
v  Direktorat Bina Gizi Masyarakat DepKes RI mencatat pada tahun 2000 dari 210 juta penduduk Indonesia, 9,8 juta (4,7%) menderita obesitas.
v  Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2000 di Jakarta, tingkat prevalensi obesitas pada anak remaja 12-18 tahun ditemukan 6,2 % dan pada umur 17-18 tahun 11,4 %.
v  Fenomena Kemunculan berbagai obat penurun lemak disebabkan banyaknya konsumen yang tertarik membelinya, terutama bagi individu yang mengalami obesitas. Kegemukan dapat menjadi masalah penting bagi siklus perkembangan remaja.

ADA APA DGN HARGA DIRI REMAJA OBESITAS ???
v  Hasil pra penelitian di SMU negeri 8 Bandung :
Dari jumlah siswa sebanyak 618 orang, terdapat siswa yang mengalami obesitas sebanyak 48 orang (klasifikasi obesitas menurut WHO). Adapun hasil wawancara pada 10 orang siswa SMU Negeri 8 Bandung, mengaku merasa tidak percaya diri dengan keadaan tubuhnya, merasa tidak “cantik”, merasa takut mengalami kegagalan dalam bersosialisasi dengan teman sebayanya, dan merasa tidak yakin dengan kemampuan yang dimilikinya.

RUMUSAN MASALAH
 “Bagaimana Gambaran Harga Diri Pada Remaja Obesitas di SMU Negeri 8 Bandung?”.

TUJUAN PENELITIAN
1.      Tujuan Umum
2.   Tujuan Khusus

KEGUNAAN PENELITIAN
  1. Kegunaan Teoritis
  2. Kegunaan Praktik

Untuk Selengkapnya KLIK DISINI

CONTOH SURAT KETERANGAN MELAKSANAKAN TUGAS (SKMT)

ALT/TEXT GAMBAR


SURAT KETERANGAN MELAKSANAKAN TUGAS (SKMT)
NO. 99/ SD-PW/OI/2010


Yang bertanda tangan di bawah ini,
Nama lengkap                         : ADITYA,S.Pd
NIP                                           : 19991128 197912 2002
Jabatan                                    : Kepala SDN Bina Bangsa
Alamat Sekolah                       : Jl. Bina bangsa No.294 Bandung
Telepon                                   :
5467876
Menerangkan dengan sebenarnya, bahwa :
(1)   Guru SDN Bina Bangsa atas nama Didi Mainaki,S.Pd.I  lahir di Bandung pada tanggal 11 April 1957, aktif melaksanakan tugas sebagai Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam.
(2)   Guru yang namanya tercantum pada diktum nomor (1) di atas pada tahun pelajaran 1980 sampai tahun 2011 melaksanakan tugas dengan beban kerja sebanyak 24 (dua puluh empat) Jam Tatap Muka, yang terdiri dari :
a.      Tugas utama sebagai guru,mengajar  18 JTM
b.      Tugas tambahan lainya sebagai Pembimbing Membaca dan Menulis
 huruf Al Quran 6 JTM
Demikian, surat keterangan ini dibuat sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, dan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
                                                                                    Bandung, 23 Januari 2011
Mengetahui                                                    Kepala SDN Bina Bangsa
Pengawas Pendais


Jurnivan , S.Ag                                                    ADITYA,S.Pd.
                                               

Pengertian Prestasi Belajar

ALT/TEXT GAMBAR
 


Gagne (Ridwan:2006) :dibedakan menjadi lima aspek, yaitu kemampuan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, sikap dan ketrampilan.
Bloom (Ridwan:2006) hasil belajar dibedakan menjadi tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.
 Poerwanto (Ridwan:2006):adalah hasil yang dicapai oleh seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan dalam raport.

Pengertian Gaya Belajar

ALT/TEXT GAMBAR
 

De Porter dan Hernacki (2003) menyatakan bahwa “gaya belajar merupakan kombinasi dari bagaimana Anda menyerap, dan kemudian mengatur serta mengolah informasi”.

Drummond (dalam Ardi, 2007) mendefinisikan gaya belajar sebagai “an individual’s preferred mode and desired conditions of learning.”

Mobilisasi Setelah Operasi

ALT/TEXT GAMBAR

A.    Pengertian Mobilisasi
Mobilisasi adalah suatu kondisi dimana tubuh dapat melakukan kegiatan dengan bebas (kosier, 1989).
Mobilisasi setelah operasi yaitu proses aktivitas yang dilakukan setelah operasi dimulai dari latihan ringan diatas tempat tidur sampai dengan  bisa turun dari tempat tidur, berjalan ke kamar mandi dan berjalan ke luar kamar (Brunner & Suddarth, 2002)

B.     Manfaat  Mobilisasi
1.    Menjamin kelancaran peredaran darah
2.    Mengembalikan kerja organ-organ  yang  pada akhirnya justru akan mempercepat penyembuhan luka.
3.     Otot –otot perut dan panggul akan kembali normal sehingga otot perut menjadi kuat kembali dan dapat mengurangi rasa sakit
4.    Lebih cepat merangsang usus (peristaltik usus) sehingga  akan lebih cepat kentut/flatus yang berdampak mampercepat penyembuhan setelah operasi
5.    Terhindar dari pemendekan otot dan tendon .
6.    Terhindar dari lecet yang mengakibatkan luka karena terlalu lama tirah baring

C.    Cara mobilisasi
1.    Menahan rasa nyeri
2.    menggerakkan tangan dan kaki yang bisa ditekuk atau diluruskan,
3.    menggerakkan badan lainnya yaitu miring ke kiri atau ke kanan.
4.     Menggerakan badan dengan duduk, baik bersandar maupun tidak
5.    Duduk di atas tempat tidur dengan kaki yang dijatuhkan atau ditempatkan di lantai sambil digerak-gerakan.
6.     Berjalan dengan perlahan.

D.    Dampak tidak mobilisasi
1.    Penyembuhan luka menjadi lama
2.   Menambah rasa sakit
3.   Badan menjadi pegal dan kaku
4.   Kulit menjadi lecet dan luka
5.  Memperlama perawatan dirumah sakit





Sumber              :Brunner&Suddarth.2002.Keperawatan medical bedahVol 1.Jakarta:EGC
http://forbetterhealth.wordpress.com/2009/01/19/membantu-        pasien-bergerak-mobilisasi/
ALT/TEXT GAMBAR
ALT/TEXT GAMBAR